KH. Chasan Tholabi

Published by Administrator on

kh chasantholabi

K.H. Chasan Tholabi adalah putra ketiga K.H. Amiruddin bin Kiai Abdullah Rosyad dengan Ibu Nyai Saidah binti Kiai Abdurrahman. Beliau dilahirkan di Pulosari Jumoyo Salam Magelang pada 21 Desember 1921.

K.H. Chasan Tholabi dididik pertama kali oleh ayahnya sendiri, K.H. Amiruddin, bersama dengan dua saudaranya, yaitu Nyai Badriyah dan Kiai Zaini. Beliau kemudian melanjutkan untuk mengaji di Pesantren Krapyak kepada K.H. Muhammad Munawwir bin Kiai Abdullah Rosyad. Baru selesai hafalan al-Qur’an sebanyak 25 juz, Sang Guru dipanggil ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau lalu melanjutkan ngaji kepada Kiai R. Muhammad Mahfudzat Tarmasi di PP. Bustan Usysyaqil Qur’an,

Betengan, Demak. Beliau kemudian memperdalam penguasaan kitab kuning dan pengetahuan agama lainnya kepada Kiai Hamid bin K.H. Dimyati di Pondok Pesantren Tremas Pacitan.

Sepulang dari Tremas, K.H. Chasan Tholabi mempersunting Rr. Mursidah binti Kiai  Mohammad Chamim bin Kubrodini binti K.H. Abdullah Rosyad bin K.H. Hasan Besari.  Dari pernikahan tersebut, K.H. Chasan Tholabi dianugerahi 11 putra-putri: Siti Sa’diyah, Siti Wasi’ah, Siti Salimah, Siti Suniyah, Siti Sunifah, Siti Sulthoniyah, Achmad Suadi, Sulthonatun, Ahmad Sa’dun Santoso, Siti Sichatun dan Ahmad Syaifan Kamal.

Perjalanan hidup beliau sebelum mendirikan Pesantren al-Qur’an di Wates, teramat beragam. Beliau pernah berdinas sebagai tentara, pegawai dan petugas pencatat nikah (naib). Tugas kedinasan tersebut beliau jalani di antaranya dengan konsekwensi berpindah-pindah rumah di seputar Kulon Progo, Bantul dan Kota Yogyakarta. Hingga pada tahun 1970, ketika berdinas di Kulon Progo, beliau mengasuh langgar di Wates dan mengisinya dengan berbagai kajian. Pada tahun 1974, beliau kemudian mendirikan Pesantren al-Qur’an di Wates, yang kemudian lebih dikenal dengan singkatan “Pesawat”. Hingga saat ini, pesantren ini terus berkembang dan diasuh oleh putra-putri beliau.

Kiprah kemasyarakatan K.H. Chasan Tholabi terlihat dari aktifitas dakwah beliau. Pada saat dinas di suatu tempat, beliau hampir selalu memiliki atau mengasuh majlis pengajian. Sedang di lingkungan Nahdlatul Ulama, beliau dikenal sebagai salah seorang perintis dan pendiri NU Kulon Progo pada tanggal 12 Januari 1952. Untuk diketahui, Kulon Progo pada saat itu merupakan gabungan dari dua kabupaten, yaitu: Kabupaten Adikarto dan Kabupaten Kulon Progo.

K.H. Chasan Tholabi wafat pada Kamis Pon, 4 Juli 1991 M. bertepatan dengan tanggal 21 Dzulhijjah 1411 H. Beliau dimakamkan di pemakaman Kedungdowo, Wates, bersebelahan dengan ayahanda beliau, K.H. Amiruddin.

Kategori: Tokoh

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

©2026 bashoriyah.id